Pages

Minggu, 04 Desember 2011

ISLAM Gue Banget Gitu...

Oleh : Ustadz Imam Fauzi

Pernahkah kalian mendengar sebuah kisah tentang pernyataan Rasulullah صلى الله عليه و سلم mengenai Islam? Suatu ketika ada seorang badui menghampiri Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Badui itu bertanya "Apa itu ISLAM?". Rasulullah صلى الله عليه و سلم menjawab dengan tegas "Syahadat". Badui yang mendengar jawaban itu kurang puas "ada lagi?" "tunaikan sholat wajib" jawab Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Badui kurang puas dan bertanya "apakah ada lagi?". Rasulullah صلى الله عليه و سلم menjawab "berzakatlah atas hartamu". "apakah ada lagi?" tanya Badui yang kurang puas, "Berpuasalah di bulan Ramadhan". Badui berusaha bertanya lagi "ada lagi?" Rasulullah صلى الله عليه و سلم menjawab "laksanakan haji". Badui bertanya sekali lagi "apakah ada lagi?". Dengan tegas Rasulullah صلى الله عليه و سلم menjawab "tidak ada kecuali engkau melaksanakan yang sunnah". Badui mengeluarkan
sebuah pernyataan yang jelas " Aku akan melakukan semua yang wajib tanpa menambahi dan mengurangi" lalu dia pergi meninggalkan Rasulullah صلى الله عليه و سلم. Dan tanggapan dari Rasulullah صلى الله عليه و سلم adalah "Sesungguhnya dia akan masuk surga jika dia benar". Dari cerita tersebut kita bisa menyimpulkan bagaimana pandangan sebuah ISLAM secara sederhana. Hal itu diutarakan oleh Rasulullah صلى الله عليه و سلم kepada seorang badui yang mungkin pertemuan tadi merupakan pertemuan yang terakhir. Seorang badui adalah sosok yang berpindah-pindah, berwatak keras, namun jika berjanji pasti akan ditepati. Apakah sifat menjamin ada dalam diri kita jika kita hanya mencontoh badui tersebut?

Islam bukan hanya sebuah ritual yang dilakukan seperti upacara. Islam merupakan sebuah sistem cara hidup kita di dunia. Dari Abu Abdillah Jabir bin Abdullah Al-Anshori rodhiallohu ‘anhu. Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa sallam, “Apa pendapatmu bila aku telah sholat lima waktu, berpuasa Ramadhan, aku menghalalkan yang halal, dan mengharamkan yang haram, dan aku tidak menambah amalan selain itu, apakah aku akan masuk surga?” Nabi menjawab, “Ya” (HR Muslim). Pada pernyataan tersebut yang dimaksud bukan hanya fardhu 'ain namun fardhu kifayah juga. Fardhu kifayah merupakan segala hal yang mendukung fardhu 'ain. Contoh sederhana fardhu kifayah adalah membuat baju untuk sholat.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم  telah mengajarkan pada kita tentang bagaimana berperilaku sebagai seorang muslim. Pada saat hijrah ke Madinah, Rasulullah صلى الله عليه و سلم menetapkan beberapa hal. Diantara beberapa ketetapan tersebut adalah membuat pasar. Rasulullah صلى الله عليه و سلم  yang mengatur semua sistem yang ada dalam pasar ini. Rasulullah صلى الله عليه و سلم  memberi berbagai peraturan yaitu tidak boleh menetapkan pajak, pemilik tempat adalah semua orang yang lebih dulu sampai adalah yang menempati, tidak boleh menyewakan tempat. Dari sini membuktikan bahwa Rasulullah صلى الله عليه و سلم  tidak menerapkan islam sebagai ritual saja namun sebagai sistem tata kehidupan di dunia. 

Pada zaman sekrang, sistem sudah melenceng jauh dari Islam. Sebagai umat muslim, kita tidak bisa langsung menetapkan sistem yang sama dengan zaman Rasulullah صلى الله عليه و سلم . Hal yang kita lakukan adalah pelan-pelan membawa sedikit demi sedikit perubahan ke arah Islam. Perubahan yang lebih baik itu tidak akan terjadi jika yang menerapkan satu orang saja. Umat muslim harus bersatu padu mewujudkan Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan melakukan itu kita sudah termasuk orang yang berperang di jalan ALLAH.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar